Rabu, 09 Januari 2013

SEKOLAH SEBAGAI TANGAN-TANGAN PERADABAN MASA DEPAN


Manusia terlahir dengan segala potensi yang dimiliki dan karakteristik yang khas, potensi dan karakteristik tersebut terlahir tidak akan sama persis dengan manusia lainnya, hanya satu kesamaannya yaitu manusia terlahir sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa yaitu Allah SWT. Hakikat manusia dengan keberagaman tersebut sudah sepantasnya menjadi dasar pembangun dalam segala aspek, tidak terkecuali pendidikan.
sebagai tangan-tangan peradaban masa depan, harus mampu menjadi wadah dalam mengelola serta mempersiapkan sumber daya yang memiliki pengetahuan yang cerdas dan memiliki nilai-nilai yang positif, serta memiliki karakteristik Excellent Personallity (kepribadian unggul).
Kenyataan yang berkembang di Indonesia, umumnya sekolah belum begitu mampu menerapkan atau bahkan menghargai perbedaan yang ada di masyarakat sehingga semakin pesatnya konflik yang bersumber dari perbedaan agama, ras, suku, ide, politik dan lain-lain. Kenyataannya sekarang masih jarang ditemukan sekolah yang mampu menempatkan keberagaman sebagai pondasi dalam mewujudkan pendidikan yang bernilai.
Pengembangan budaya pluralistik, inklusi ataupun kontekstual harus mampu dikembangkan di sekolah. Arah dan pandangan tersebut mampu dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Sekolah bukan saja mampu mengontrol pengetahuan yang dimiliki siswa, tetapi sekolah harus mampu mengontrol nilai-nilai yang ada pada siswa.
Dalam kontek perubahan, pendidikan memegang peranan yang sangat penting sekali. Pendidikan sebagai kontrol perubahan, penyuplai bahan bakar perubahan (SDM) dipadukan dengan keterikatan nilai-nilai akan menjadikan sebagai pendidikan masa depan dan persekolahan khususnya sebagai tangan-tangan peradaban masa depan.
 

PERBEDAAN BIMBINGAN DAN KONSELING



Antara bimbingn dan konseling dapat memiliki makna yang sama tapi sebenarnay makna itu berbeda tapi dimanakah letak kedua perbedaanya??????/

Pengertian Bimbingn adalahbantuan yng diberikan kepada individuagar mampu mengembangkan diri secara optimal dengan cara memahami diri,memahami lingkungan mengatasi hambatan guna nenetukan masa depan yg lebih baik.

Atau dengan kata lain bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli dibidangnya yg diberikan kepada seseorng atau individu agar orng yng dibimbing tersebut dapat mengembangkan kemampuanya diri sendiri dengn memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada yang dapat dikembangkan berdasarkan norma - norma yang berlaku

Sedangkan pengertian onseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka atau tidak langsung (seperti melalui media,internet maupun telfon) antara dus orang dengan makna konselormelalui hubungan itu dengan kemampuan kemampuan khusus yang dimilikinya,menyediakn situasi belajar.

Dalm hal ini konseling dibantu untuk memahami diri sendriri,keadaanya sekrng dan kemungkinan keaadaan yang masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakn potensi yng ia miliki demi kesejahteraan pribadi maupun masyarakat.

PENTINGNYA PENDIDIKAN DALAM KEHIDUPAN!!!!!!!

Add caption

Bagaiman cara kita mendapatkan ilmu melalui pendidikan dalam kehidup ini ?

1.       MEMBUKA PIKIRAN
Dimana melalui pendidikan kita bisa menamabh wawasan  bisa melihat dunia secara global
Apalagi di era globalisasi tak heran semunya harus bisa mengadu skil secara kreatif maupun inovatif  nomor satu yang kita inginkan.tak heran bahwa kita dituntut harus bisa untuk segalanya  dan PENDIDIKAN yang akan membawa  visi seseorng .
Pedidikan memang mebuak fikiran sehingga kita tidak terbatas pada negara kita dan zona tertentu kita  serta  melihat segalanya didunia ini baik kebudayaan,agama  serta membuka kita untuk memulai hal - hal yang baru dan penemuan yang baru.Berpandang kedepan membuka fikiran kita itu hal yg lebih baik karna kan mengubah segalnya dan membatu kita agr lebih bertoleran dan menerima.

2.       MEMBENTUK DASAR MASYARAKAT
Kita adalah makhluk sosial karan itu kita tidak bisa hidup sendiri tak hanya dalam segi pendidikan kita dapatkan dalam masyarakat karena pembentukan kepribadian pun terbentuk pula didalam masyarakat.Pendidikan adalah pembentukan dasar masyarakat hal itu berkaitan dalam pertumbuhan kegiatan ekonomi,sosial dan politik maupun perkembangan masyarakat pada umumnya.Pendidikan menanamkan pengetahuan diman membuat penemuan dan menerapkan untuk kemajuan masyarakat untuk mnejadi mungkin.Pertumbuhan masyarakat tergantung kualitas pendidikan yang disampaikan.semakin baik kualitas, orang –orang yang lebih baik dapat belajar dan memanfaatkan bahwa pendidikan akan membuat revormasi yang mengarah pada penelitian dan penemuan baru.

Jumat, 09 November 2012

BELAJAR BUKAN UNTUK GELAR


‘Fenomena di sebuah negeri yang menghalalkan segala cara

Pendidikan merupakan ikhtiar untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai alat untuk membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan dan ketertindasan yang dialami oleh masyarakat, baik dari soal kebodohan sampai ketertinggalan (Paulo Freire).

Selama ini terjadi salah paham atau salah kaprah mengenai tujuan dari pendidikan. Banyak orang menilai dan berangapan bahwa pendidikan adalah tempat untuk mendapatkan gelar atau ijasah. Di Indonesia (dunia pendidikan) fenomena sepertinya ini menjadi biasa dan kebiasaan hingga sekarang. Orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya terutama demi memperoleh gelar saja. Hasil akhir dari pendidikan yang demikian akan berdampak pada penyelewengan ilmu. Gelar ataupun ijasah seolah-olah menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan manusia. Nilai kuantitaif dijadikan lebih tinggi dari ilmunya.
          Pendidikan adalah tempat untuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Ilmu didapat dengan belajar dengan giat dan sungguh-sungguh. Tidak mungkin ada orang yang memperoleh ilmu tanpa belajar. Orang yang menuntut ilmu tidak kenal batas usia. Seperti kata bijak tuntutlah ilmu mulai dari lahir hingga kembali mati. Ilmu merupakan pengetahuan (kognitif)yang diperoleh dari proses berpikir (rasio).Manusia yang senantiasa berpikir berarti ia selalu mencari ilmu. Manusia yang berilmu akan sanggup mengerti tentang arti kehidupan di dunia. Dunia yang luas penuh dengan teka-teki kehidupan. Hanya dengan ilmulah semua teka-teki kehidupan dunia dapat dipecahkan. Di yunani masa silam, banyak lahir para pemikir atau filsafat yang handal. Aristoteles merupakan manusia yang senang berpikir dan mencari jawaban dari pertanyaan yang menggangu pikirannya. Dalam filsafat dikenal dengan ilmu metafisika, estetika. Pertanyaan yang sering diajukan termasuk sederhana dan mendasar. Pertanyaan itu adalah apa, siapa, kapan, bagaimana, dimana, berapa. Dengan pertanyaan seperti itulah lahir seorang pemikir seperti aristoteles, Socrates dll.
1. Jalan menuju pendidikan dan ilmu sejati
          Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang istimewa. Dalam diri manusia dibekali akal pikiran dengan tujuan untuk berpikir. Berbeda dengan makhluk lain (hewan dan tumbuhan) yang tidak diberikan akal pikiran oleh tuhan. Namun hewan dan tumbuhan mampu untuk bertahan hidup di dunia dengan mengandalkan naluri atau nafsunya. Hewan akan makan ketika merasakan laper begitu pula tumbuhan. Manusia pun akan makan jika rasa lapar menyerang. Manusia sudah tentu beda dengan hewan dan tumbuhan. Pada hewan dan tumbuhan sifat naluri dan nafsu lebih dominan dan selalu terdepan. Lalu bagaimana dengan manusia??. Manusia yang berakal selalu menggunakan akal pikirannya lebih utama dan terdepan dari pada naluri dan nafsu. Jika ingin makan maka manusia senantiasa mencari dan memilih jenis makanan apa saja yang dapat dimakan dan sehat bagi tubuh.
        Akal pikiran yang dimiliki manusia menjadikan kedudukannya lebih tinggi dari hewan dan tumbuhan. Manusia yang sadar dan mengerti tentang kegunaan akal dan pikiran akan berusaha untuk terus menggunakannya sebaik-baiknya. Pikiran yang ada pada manusia tidak akan dapat bertambah jika tidak pernah diasah. Akal pikiran tersebut diasah dengan cara belajar terus-menerus sampai kapanpun jua. Pikiran yang selalu terasah akan menghasilkan ide-ide yang cemerlang dan gemilang. Pendidikan merupakan salah satu tempat untuk mengasah otak/pikiran manusia.
        Pendidikan menawarkan banyak pengetahuan (kognitif). Pengetahuan yang tidak akan nada habis-habisnya. Jadi jangan pernah beranggapan bahwa pengetahuan selesai jika telah berhasil menempuh pendidikan. Pengetahuan wajib dikejar sampai kapanpun dimanapun berada. Apabila telah mendapatkan pengetahuan maka jangan pernah merasa puas pada pengetahuan itu. Jadilah manusia yang tidak pernah merasa puas dengan pengetahuan yang telah didapatnya. Jika ada manusia pembelajar yang mudah merasa puas dengan pengetahuan yang diperolehnya maka ia telah gagal menjadi pembelajar sejati. Pada dasarnya pembelajar sejati adalah manusia yang secara terus – menerus tanpa henti hingga ujung waktu untuk menuntut ilmu dan memperdalam pengetahuannya. Baginya tidak ada kata berhenti untuk belajar. Menuntut ilmu harus dijalani dengan rasa semangat dan dilandasi cita-cita yang luhur. Menjadi pembelajar sejati adalah cita-cita manusia berpikir. Pendidikan hanya alat yang dapat mengantarkan manusia untuk menjadi pembelajar sejati. Otak manusia adalah alat yang mampu untuk menghasilkan sebuah karya yang luar biasa
.
 Pendidikan menjadi gerbang bagi manusia yang ingin berpikir. Gerbang yang hanya sebagai penstimulus manusia. Dari sini maka pendidikan yang bercita-cita pada ilmu pengetahuan dan bukan pada ijasah/gelar perlu mengetahui makna pendidikan. Oleh Prof Dr Sutjipto (guru besar UNJ) mengatakan bahwa (1) pendidikan mempunyai kedekatan atau bahkan kesamaan dengan proses belajar dan penggunaannya menjadi interchangable dengan belajar.( 2) pendidikan juga bermakna pelatihan, karena pelatihan juga membantu seseorang untuk mampu melakukan penyesuaian terutama dalam melakukan sesuatu. Pendidikan adalah belajar untuk mengasosiasikan stimulus dan respons; (3) pendidikan juga berarti proses untuk menguasai ilmu, ilmu sebenarnya adalah value free. (4) Jika proses interaksi itu menyangkut belajar untuk hidup dalam suatu tatanan masyarakat serta menginternalisasi nilai-nilai, maka pendidikan berarti pendidikan nilai.

2.Pendidikan untuk nilai (value free) bukan nilai untuk pendidikan
 Pendidikan ibarat sebuah ladang ilmu yang tak pernah kering dan kekeringan. Pendidikan menjadikan manusia lebih bernilai dan berharga karena selalu berpikir tanpa henti. Ilmu dipandang sebagai sebuah pengetahuan yang tidak dapat ditukarkan atau tergantikan oleh apapun (emas atau berlian). Ilmu mampu mengubah diri manusia menjadi lebih bernilai. Manusia juga mampu mengubah dunia dengan ilmu. Namun ingat bahwa ilmu harus di ikuti dengan iman. Iman merupakan keyakinan manusia kepada sang khalik (4w1). Iman dan ilmu harus berjalah beriringan atau seimbang dan saling melengkapi. Jangan sampai berat sebelah karena akan berakibat fatal. Dalam hal ini Rasulullah nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa ilmu tanpa iman akan gersang, dan iman tanpa ilmu akan binasa.
 Dalam dunia pendidikan terdapat ujian atau test yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan manusia (pelajar/mahasiswa). Nilai diberikan baik jika hasil tes atau ujian berhasil dikerjakan dengan baik dan benar. Hal itu adalah pengukuran yang tidak wajib untuk dilakukan. Pengukuran yang berakhir dengan penilaian baik buruk akan membawa dampak positif dan negatif bagi pembelajar. Dampak positif tersebut diantaranya penilaian akan memicu semangat pembelajar untuk terus belajar. Sedangkan dampak negatifnya yaitu seorang pembelajar akan melakukan hal apapun (cara yang terlarang) untuk dapat memperoleh nilai yang baik. Tekanan dan keharusan untuk mendapatkan nilai baik menjadi pemicu pembelajar untuk berbuat terlarang.
Salah seorang pengamat pendidikan YB Manguwijaya mengatakan bahwa pendidikan untuk kebebasan. Kebebasan yang berarti melawan kebodohan melalui pendidikan. Kebodohan merupakan penyakit yang seharusnya diobati karena akan membawa resiko kehancuran umat. Obat yang mujarab yaitu melalui pendidikan. YB Mangunwijaya juga berkata bahwa ‘pendidikan berbasis realitas sosial’. Pendidikan merupakan bagian dari aktifitas social manusia. Pendidikan yang mempelajari sains dan social maka tidak terlepas untuk mengerti tentang realitas social. Realitas social yaitu keadaan sebenarnya yang sedang terjadi di masyarakat yang perlu untuk diketahui dan dipelajari.

3.Pendidikan untuk semua kalangan
 Pendidikan merupakan hak asasi semua orang yang hidup di bumi ini. Maka kewajiban bagi Negara dan pemerintah untuk terus mengupayakan pendidiakan yang berkualitas bagi masyarakatnya. Jika pendidikan dilanggar atau tidak disediakan oleh Negara maka Negara telah melanggar hak asasi semua orang. Dalam menuntut ilmu tidak terbatas oleh usia. Ilmu merupakan harta yang sulit untuk di dapat. Orang bisa dengan mudah untuk mendapatkan uang atau materi lainnya, namun ilmu tidak demikian. Ilmu adalah senjata untuk menuju manusia yang cerdas dan berwawasan. Tanpa ilmu maka manusia secara perlahan menyiapkan kehancuran bagi dirinya.
Dimanapun bumi berpijak, tuntutlah ilmu hingga akhir hayatmu.